Tahukah Kamu Makna Dibalik Tari Piring Yang Legendaris? Simak Ulasannya Berikut

Tahukah Kamu Makna Dibalik Tari Piring Yang Legendaris? Simak Ulasannya Berikut

Indonesia memiliki beragam suku yang terhimpun menjadi satu dalam kebangsaan Indonesia. Jumlah suku bangsa di Indonesia saja ada 1.340. Jumlah yang besar untuk satu negara utuh. Beragam suku bangsa di Indonesia melahirkan beragam jenis kebudayaan daerah yang mereka anut sendiri. Dimana ada ragam rumat adat, Bahasa daerah yang digunakan, bahkan ritual kebudayaan yang digunakan dalam masing – masing suku bangsa tersebut.

Salah satu jenis kebudayaan nusantara yang selalu diangkat dan masih dilestarikan hingga saat ini adalah tarian daerah. Dimana jenis kebudayaan daerah ini sendiri ditampilkan dalam kegiatan adat daerah meliputi penyambutan tamu maupun kegiatan lainnya yang dilakukan. Nah, tarian adat sendiri kadang diperlihatkan dan dilakukan dalam upacara pernikahan untuk saling mengenal adat masing – masing.

Jenis tarian adat Nusantara yang cenderung banyak dilakukan dalam berbagai kegiatan dan populer dikalangan masyarakat nusantara adalah tari piring. Dimana tari piring sendiri merupakan tarian khas dan adat dari Minangkabau. Tari ini sendiri memiliki makna yang baik dan disukai masyarakat Minangkabau. Makna tari piring sendiri adalah ucapan syukur masyarakat Minangkabau.

Makna tari piring sendiri bermula dari hasil panen masyarakat Minangkabau yang melimpah. Hal ini membuat masyarakat Minangkabau akhirnya melakukan ritual adat yakni melakukan tarian adat daerah yang dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur mereka selama ini. Makna tari piring tersebut dilakukan terus menerus sebelum agama Islam masuk ke daerah Minangkabau itu sendiri.

Makna tari piring yang merupakan simbolisasi mengucap syukur itu sendiri kini cenderung digunakan untuk pesta perayaan saja. Dimana tari piring yang dilakukan dan dikenal masyarakat kini tersebut dilakukan untuk perayaan saja dalam beberapa event dan digunakan sebagai entertain. Masyarakat tidak lagi melakukan ritual panen kembali sejak agama Islam masuk ke daerah mereka tersebut.

Tari piring dilakukan dengan menggunakan pakaian adat daerah dan menggunakan piring sebagai salah satu alat yang digunakan. Tari ini menggunakan piring khas Cina pada saat masih melakukan ritual karena piring dari Cina sendiri memiliki corak yang baik dan elok sehingga cocok digunakan sebagai properti ritual itu sendiri.